..:: Selamat Datang Di Aan Samudra Blog - Memberikan Berbagai Tutorial dan Artikel Menarik Lainnya ::..

Tuesday, April 12, 2011

Perilaku Konsumen (Consumen Behavior)

Definisi
Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan dengan pertimbangan yang matang.
Aplikasi
Pemahaman akan perilaku konsumen dapat diaplikasikan dalam beberapa hal, yang pertama adalah untuk merancang sebuah strategi pemasaran yang baik, misalnya menentukan kapan saat yang tepat perusahaan memberikan diskon untuk menarik pembeli. Kedua, perilaku konsumen dapat membantu pembuat keputusan membuat kebijakan publik. Misalnya dengan mengetahui bahwa konsumen akan banyak menggunakan transportasi saat lebaran, pembuat keputusan dapat merencanakan harga tiket transportasi di hari raya tersebut. Aplikasi ketiga adalah dalam hal pemasaran sosial (social marketing), yaitu penyebaran ide di antara konsumen. Dengan memahami sikap konsumen dalam menghadapi sesuatu, seseorang dapat menyebarkan ide dengan lebih cepat dan efektif.
Pendekatan dalam meneliti perilaku konsumen
Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen. Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif. Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.
Pendekatan kedua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perliku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survey untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen.
Pendekatan ketiga disebut sebagai sains marketing yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hirarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis.
Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai dan tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah perusahaan dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan, tergantung permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut.
Roda analisis konsumen
Roda analisis konsumen adalah kerangka kerja yang digunakan marketer untuk meneliti, menganalisis, dan memahami perilaku konsumen agar dapat menciptakan strategi pemasaran yang lebih baik. Roda analisis konsumen terdiri dari tiga elemen: afeksi dan kognisi, lingkungan, dan perilaku.
Afeksi dan kognisi

Tipe respons afektif
Elemen pertama adalah afeksi dan kognisi. Afeksi merujuk pada perasaan konsumen terhadap suatu stimuli atau kejadian, misalnya apakah konsumen menyukai sebuah produk atau tidak. Kognisi mengacu pada pemikiran konsumen, misalnya apa yang dipercaya konsumen dari suatu produk. Afeksi dan kognisi berasal dari sistem yang disebut sistem afeksi dan sistem kognisi. Meskipun berbeda, namun keduanya memiliki keterkaitan yang sangat kuat dan saling memengaruhi.
Manusia dapat merasakan empat tipe respons afektif: emosi, perasaan tertentu, mood, dan evaluasi. Setiap tipe tersebut dapat berupa respons positif atau negatif. Keempat tipe afeksi ini berbeda dalam hal pengaruhnya terhadap tubuh dan intensitas perasaan yang dirasakan. Semakin kuat intensitasnya, semakin besar pengaruh perasaan itu terhadap tubuh, misalnya terjadi peningkatan tekanan darah, kecepatan pernafasan, keluarnya air mata, atau rasa sakit di perut. Bila intensitasnya lemah, maka pengaruhnya pada tubuh tidak akan terasa.
Sistem kognisi terdiri dari lima proses mental, yaitu: memahami, mengevaluasi, merencanakan, memilih, dan berpikir. Proses memahami adalah proses menginterpretasi atau menentukan arti dari aspek tertentu yang terdapat dalam sebuah lingkungan. mengevaluasi berarti menentukan apakah sebuah aspek dalam lingkungan tertentu itu baik atau buruk, positif atau negatif, disukai atau tidak disukai. Merencanakan berarti menentukan bagaimana memecahkan sebuah masalah untuk mencapai suatu tujuan. Memilih berarti membandingkan alternatif solusi dari sebuah masalah dan menentukan alternatif terbaik, sedangkan berpikir adalah aktifitas kognisi yang terjadi dalam ke empat proses yang disebutkan sebelumnya.
Fungsi utama dari sistem kognisi adalah untuk menginterpretasi, membuat masuk akal, dan mengerti aspek tertentu dari pengalaman yang dialami konsumen. Fungsi kedua adalah memproses interpretasi menjadi sebuah task kognitif seperti mengidentifikasi sasaran dan tujuan, mengembangkan dan mengevaluasi pilihan alternatif untuk memenuhi tujuan tersebut, memilih alternatif, dan melaksanakan alternatif itu.
Besar kecilnya intensitas proses sistem kognitif berbeda-beda tergantung konsumennya, produknya, atau situasinya. Konsumen tidak selalu melakukan aktifitas kognisi secara ekstensif, dalam beberapa kasus, konsumen bahkan tidak banyak berpikir sebelum membeli sebuah produk.
Proses pengambilan keputusan pembelian
Sebelum dan sesudah melakukan pembelian, seorang konsumen akan melakukan sejumlah proses yang mendasari pengambilan keputusan, yakni:
1. Pengenalan masalah (problem recognition). Konsumen akan membeli suatu produk sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Tanpa adanya pengenalan masalah yang muncul, konsumen tidak dapat menentukan produk yang akan dibeli.
2. Pencarian informasi (information source). Setelah memahami masalah yang ada, konsumen akan termotivasi untuk mencari informasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada melalui pencarian informasi. Proses pencarian informasi dapat berasal dari dalam memori (internal) dan berdasarkan pengalaman orang lain (eksternal).
3. Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation). Setelah konsumen mendapat berbagai macam informasi, konsumen akan mengevaluasi alternatif yang ada untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.
4. Keputusan pembelian (purchase decision). Setelah konsumen mengevaluasi beberapa alternatif strategis yang ada, konsumen akan membuat keputusan pembelian. Terkadang waktu yang dibutuhkan antara membuat keputusan pembelian dengan menciptakan pembelian yang aktual tidak sama dikarenakan adanya hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan.
5. Evaluasi pasca pembelian (post-purchase evaluation) merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut di masa depan. Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen di masa depan.
Faktor-faktor yang memengaruhi
Terdapat 5 faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian:
1. Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
2. Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.
3. Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.
4. Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.

Sumber: Wikipedia

Untuk mendapatkan semua materinya, Anda dapat mendownload dibawah ini:
Download perilaku-konsumen-sessi-1.pdf
Download perilaku-konsumen-sessi-2.pdf
Download perilaku-konsumen-sessi-3.pdf
Download perilaku-konsumen-sessi-4.pdf
Download perilaku-konsumen-sessi-5.pdf
Download perilaku-konsumen-sessi-6.pdf
Download perilaku-konsumen-sessi-7.pdf
Download perilaku-konsumen-sessi-8.pdf
Download perilaku-konsumen-sessi-9.pdf

sumber : http://moebarak.wordpress.com/
READ MORE - Perilaku Konsumen (Consumen Behavior)

Saturday, March 26, 2011

Materi E-Marketing : E-Commerce

LAYANAN ON-LINE DALAM PEMASARAN PRODUK MELALUI INTERNET
Banyak pengamat ekonomi, konsultan manajemen, dan kaum futuris menyepakati bahwa era milenium baru ditandai dengan revolusi baru yang membawa dampak transformasional yang lebih besar dibandingkan revolusi industri. Era milenium yang juga dikenal dengan sebutan era informasi, menurut Diana (2001: 1) lebih menekankan pada mass customization dan knowledge intensive. Artinya pada era ini dimungkinkan dihasilkannya produk yang disesuaikan dengan keinginan pelanggan, dengan berbasis pada pengetahuan.
Seiring dengan lajunya pertumbuhan teknologi informasi, yang salah satunya ditandai dengan digunakannya internet sebagai media pemasaran, perusahaan-perusahaan di Indonesia juga tidak mau ketinggalan untuk terjun ke bisnis on-line. Perusahaan yang menjual produknya secara on-line menawarkan konsep baru kepada konsumen dalam berbelanja yaitu berupa kemudahan-kemudahan dalam melakukan pembelian.
Maraknya bisnis on-line ini terutama disebabkan oleh munculnya fenomena perubahan pola hidup, yang serba ingin cepat, dan semakin banyak orang yang merasa waktu yang mereka miliki sangat terbatas. Rutinitas bekerja yang dihadapi seakan membuat tidak ada lagi waktu untuk belanja. Hal ini terutama dialami oleh penduduk kota-kota besar.
Namun bukan berarti pelaksanaan bisnis on-line ini tidak menemui hambatan. Permasalahan yang dihadapi dalam mengembangkan pemasaran melalui internet di Indonesia, dapat diklasifikasikan menjadi dua golongan. Kendala yang pertama, permasalahan yang bersumber pada lingkungan eksternal, dimana perusahaan tidak dapat mengendalikannya secara langsung atau yang merupakan uncontrolable variable bagi perusahaan. Kendala-kendala tersebut adalah:
(1). Krisis ekonomi, yang menyebabkan harga komputer dan biaya telekomunikasi menjadi mahal,
(2). Kultur masyarakat Indonesia dalam membeli masih berdasarkan pada kebiasaan seeing is believing, dan
(3). Belum semua masyarakat Indonesia sadar akan teknologi informasi dan mampu menggunakan teknologi tersebut.
Kendala yang kedua adalah yang berasal dari perusahaan atau bersifat internal, sehingga diharapkan dapat dikendalikan oleh perusahaan atau yang merupakan controlable variable. Kendala yang dimaksud di sini adalah masih rendahnya kualitas pelayanan on-line yang diberikan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia yang menjual barang secara on-line. Yang dihadapi calon konsumen di Indonesia adalah "lemahnya layanan". Kalau dikontak melalui e-mail, para pemilik toko virtual jarang yang menunjukkan respon tangkas. Seperti yang dikemukakan oleh Widya Latif (Kompas, 20/9/1999) dari perusahaan Webhosting Indoglobal, di toko milik orang asing, paling lambat dalam tiga jam sudah dijawab. Sebagaimana yang kita ketahui, layanan sangat berperan penting bagi kelangsungan hidup perusahaan karena dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan pembelian. Loyalitas konsumen hanya akan dapat dicapai jika konsumen tersebut merasa puas akan layanan yang diberikan oleh perusahaan. Berikut ini akan dibahas mengenai layanan yang diberikan oleh perusahaan yang terjun dalam bisnis on-line.

Untuk lebih jelasnya, Sobat dapat mendownload dibawah ini :
Download Materi E-Marketing

Sumber: Fak. Ekonomi Untan, Oleh : Barkah, SE, M. Si 
READ MORE - Materi E-Marketing : E-Commerce

Tuesday, March 8, 2011

Materi Kuliah Etika Bisnis

Secara umum etika dibagi menjadi 2 : etika umum dan etika khusus.

Etika umum berbicara mengenai norma dan nilai moral, kondisi-kondisi dasar bagi manusia untuk bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika, lembaga-lembaga normatif, dan semacamnya.
Etika khusus adalah penerapan prinsip-prinsip atau norma-norma moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Dalam hal ini, norma dan prinsip moral diteropongi dalam konteks kekhususan bidang kehidupan manusia yang khusus tertentu.

Etika khusus dibagi lagi menjadi tiga, yaitu etika individual, etika sosial, dan etika lingkungan hidup.
Etika individual lebih menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap diri sendiri. Salah satu prinsip yang secara khusus relevan dalam etika individual ini adalah prinsip integritas pribadi, yang berbicara mengenai perilaku individual tertentu dalam rangka menjaga dan mempertahankan nama baiknya sebagai pribadi moral.
Etika sosial berbicara mengenai kewajiban dan hak, sikap dan pola perilaku manusia sebagai makhluk sosial dalam interaksinya dengan sesamanya.
Etika lingkungan berbicara mengenai hubungan antara manusia baik sebagai individu maupun sebagai kelompok dengan lingkungan alam yang lebih luas dalam totalitasnya, dan juga hubungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lain yang berdampak langsung atau tidak langsung terhadap lingkungan hidup secara keseluruhan.

Untuk selengkapnya, Anda dapat download di bawah ini:
Download Chapter 3
Download Chapter 4
Download Chapter 5
Download Chapter 6
Sumber : Fak. Ekonomi
READ MORE - Materi Kuliah Etika Bisnis

Saturday, February 5, 2011

Jenis dan Ragam Penelitian

Penelitian dapat digolongkan / dibagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan kriteria-kriteria tertentu, antara lain berdasarkan:
1.    Tujuan;
2.    Pendekatan;
3.    Tempat;
4.    Pemakaian atau hasil / alasan yang diperoleh;
5.    Bidang ilmu yang diteliti;
6.    Taraf Penelitian;
7.    Teknik yang digunakan;
8.    Keilmiahan;
9.    Spesialisasi bidang (ilmu) garapan;
Juga ada Pembagian secara umum:
-     Berdasarkan hasil / alasan yang diperoleh :
1.    Basic Research (Penelitian Dasar): mempunyai alasan intelektual, dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan;
2.    Applied Reseach (Penelitian Terapan) :  mempunyai alasan praktis, keinginan untuk mengetahui; bertujuan agar dapat melakukan sesuatu yang lebih baik, efektif, efisien.
-    Berdasarkan Bidang yang diteliti:
1.   Penelitian Sosial: Secara khusus meneliti bidang sosial : ekonomi, pendidikan, hukum dsb;
2.    Penelitian Eksakta<:Secara khusus meneliti bidang eksakta : Kimia, Fisika, Teknik; dsb;
-    Berdasarkan Tempat Penelitian :
1.    Field Research (Penelitian Lapangan / Kancah): langsung di lapangan;
2.    Library Research (Penelitian Kepustakaan) : Dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan) dari penelitian sebelumnya;
3.    Laboratory Research (Penelitian Laboratorium) : dilaksanakan pada tempat tertentu / lab , biasanya bersifat eksperimen atau percobaan;
-    Berdasarkan Teknik yang digunakan :
1.   Survey Research (Penelitian Survei)    : Tidak melakukan perubahan (tidak ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti:
2.    Experimen Research (Penelitian Percobaan) : dilakukan perubahan (ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti;
-    Berdasarkan Keilmiahan :
1.    Penelitian Ilmiah    : Menggunakan kaidah-kaidah ilmiah (Mengemukakan pokok-pokok pikiran, menyimpulkan dengan melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan pembuktian ilmiah / meyakinkan. Ada dua kriteria dalam menentukan kadar / tinggi-rendahnya mutu ilmiah suatu penelitian yaitu :
a.    Kemampuan memberikan pengertian ayng jelas tentang masalah yang diteliti:
b.    Kemampuan untuk meramalkan : sampai dimana kesimpulan yang sama dapat dicapai apabila data yang sama ditemukan di tempat / waktu lain;
Ciri-ciri penelitian ilmiah adalah :
a)    Purposiveness : fokus tujuan yang jelas;
b)    Rigor    : teliti, memiliki dasar teori dan disain metodologi yang baik;
c)    Testibility : prosedur pengujian hipotesis jelas
d)    Replicability    : Pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama atau yang sejenis;
e)    Objectivity    : Berdasarkan fakta dari data aktual : tidak subjektif dan emosional;
f)    Generalizability    :    Semakin luas ruang lingkup penggunaan hasilnya semakin berguna;
g)    Precision    : Mendekati realitas dan confidence peluang kejadian dari estimasi dapat dilihat;
h)    Parsimony    : Kesederhanaan dalam pemaparan masalah dan metode penelitiannya.
2.    Penelitian non ilmiah :  Tidak menggunakan metode atau kaidah-kaidah ilmiah.
-     Berdasarkan Spesialisasi Bidang (ilmu) garapannya : Bisnis (Akunting, Keuangan, Manajemen, Pemasaran), Komunikasi (Massa, Bisnis, Kehumasan/PR, Periklanan), Hukum (Perdata, Pidana, Tatanegara, Internasional), Pertanian (agribisnis, Agronomi, Budi Daya Tanaman, Hama Tanaman), Teknik, Ekonomi (Mikro, Makro, Pembangunan), dll;
-    Berdasarkan dari hadirnya variabel (ubahan) : variabel adalah hal yang menjadi objek penelitian, yangd itatap, yang menunjukkan variasi baik kuantitatif maupun kualitatif. Variabel : masa lalu, sekarang, akan datang. Penelitian yangd ilakukan dengan menjelaskan / menggambarkan variabel masa lalu dan sekarang (sedang terjadi) adalah penelitian deskriptif ( to describe = membeberkan / menggambarkan). Penelitian dilakukan terhadap variabel masa yang akan datang adalah penelitian eksperimen.
-    Penelitian secara umum :
o    Penelitian Survei:
    Untuk memperoleh fakta dari gejala yang ada;
    Mencari keterangan secara faktual dari suatu kelompok, daerah dsb;
    Melakukan evaluasi serta perbandinagn terhadap hal yang telah dilakukan orang lain dalam menangani hal yang serupa;
    Dilakukan terhadap sejumlah individu / unit baik secara sensus maupun secara sampel;
    Hasilnya untuk pembuatan rencana dan pengambilan keputusan;
    Penelitian ini dapat berupa :
a.    Penelitian Exploratif (Penjajagan): Terbuka, mencari-cari, pengetahuan peneliti tentang masalah yang diteliti masih terbatas. Pertanyaan dalam studi penjajagan ini misalnya : Apakah yang paling mencemaskan anda dalam hal infrastruktur di daerah Kalbar dalam lima tahun terakhir ini? Menurut anda, bagaimana cara perawatan infrastruktur jalan dan jembatan yang baik?
b.    Penelitian Deskriptif : Mempelajari masalah dalam masyarakat, tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi, sikap, pandangan, proses yang sedang berlangsung, pengaruh dari suatu fenomena; pengukuran yang cermat tentang fenomena dalam masyarakat. Peneliti menegmbangkan konsep, menghimpun fakta, tapi tidak menguji hipotesis;
c.    Penelitian Evaluasi    : mencari jawaban tentang pencapaian tujuan yang digariskan sebelumnya. Evaluasi disini mencakup formatif (melihat dan meneliti pelaksanaan program), Sumatif (dilaksanakan pada akhir program untuk mengukur pencapaian tujuan);
d.    Penelitian Eksplanasi (Penjelasan)  : menggunakan data yang sama, menjelaskan hubungan kausal antara variabel melalui pengujian hipotesis;
e.    Penelitian Prediksi    : Meramalkan fenomena atau keadaan tertentu;
f.    Penelitian Pengembangan Sosial : Dikembangkan berdasarkan survei yang dilakukan secara berkala: Misal : Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di Kalbar, 1998-2003;
o    Grounded Research    : Mendasarkan diri pada fakta dan menggunakan analisis perbandingan; bertujuan mengadakan  generalisasi empiris, menetapkan konsep, membuktikan teori, mengembangkan teori; pengumpulan dan analisis data dalam waktu yang bersamaan. Dalam riset ini data merupakan sumber teori, teori berdasarkan data. Ciri-cirinya : Data merupakan sumber teori dan sumber hipotesis, Teori menerangkan data setelah data diurai.

Uraian berdasarkan data;                Teori yang
Data    -------- Analisis menjadi konsep dan Hipotesis-----      menerangkan
         Berdasarkan data                     data
o    Studi Kasus    : Mempelajari secara intensif latar belakang serta interaksi lingkungan dari unit yang menjadi subjek; tujuannya memberikan gambaran secara detail  tentang latar belakang, sifat, karakteristik yang khas dari kasus, yang kemudian dijadikan suatu hal yang bersifat umum. Hasilnya merupakan suatu generalisasi dari pola-pola kasus yang tipikal. Ruang lingkupnya bisa bagian / segmen, atau keseluruhan siklus /aspek. Penelitian ini lebih ditekankan kepada pengkajian variabel yang cukup banyak pada jumlah unit yang kecil.
o    Penelitian Eksperimen : Dilakukan dengan mengadakan manipulasi terhadap obyek penelitian serta diadakan kontrol terhadap variabel tertentu; Untuk pengujian hipotesis tertentu; dimaksudkan untuk mengetahui hubungan hubungan sebab - akibat variabel penelitian; Konsep dan varaiabelnya harus jelas, pengukuran cermat. Tujuan penelitian ini untuk menyelidiki ada tidaknya hubungan sebab-akibat serta berapa besar hubungan sebab-akibat tersebut dengan cara memberikan perlakukan tertentu pada beberapa kelompok eksperimental dan menjediakan kontrol untuk perbandingan.

TUJUAN PENELITIAN :

Secara umum ada empat tujuan utama :
1.Tujuan Exploratif (Penemuan) : menemukan sesuatu yang baru dalam bidang tertentu;
2.    Tujuan Verifikatif (Pengujian): menguji kebenaran sesuatu dalam bidang yang telah ada;
3.    Tujuan Developmental (Pengembangan) : mengembangkan sesuatu dalam bidang yang telah ada;
4.    Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis, Disertasi)

PERANAN PENELITIAN

1.   Pemecahan Masalah    : meningkatkan kemampuan untuk menginterpretasikan fenomena-fenomena dari suatu masalah yang kompleks dan kait mengkait;
2.   Memberikan jawaban atas pertanyaan dalam bidang yang diajukan : meningkatkan kemampuan untuk menjelaskan atau menggambarkan fenomena-fenomena dari masalah tersebut;
3.    Mendapatkan pengetahuan / ilmu baru :


PERSYARATAN PENELITIAN :

1.    Mengikuti konsep ilmiah;
2.    Sistematis : Pola tertentu;
3.    Terencana    :

Penelitian dikatakan baik bila :
1.   Purposiveness    : Tujuan yang jelas;
2.   Exactitude        :  Dilakukan dengan hati-hati, cermat, teliti;
3.   Testability        : Dapat diuji atau dikaji;
4.   Replicability    : Dapat diulang oleh peneliti lain;
5.   Precision and Confidence    : Memiliki ketepatan dan keyakinan jika dihubungkan dengan populasi atau sampel;
6.    Objectivity        : Bersifat objektif;
7.   Generalization    :  Berlaku umum;
8.    Parismony        : Hemat, tidak berlebihan;
9.     Consistency    : data atau ungkapan yang digunakan harus selalu sama bagi kata atau ungkapan yang memiliki arti sama;
10.    Coherency        : Terdapat hubungan yang saling menjalin antara satu bagian dengan bagian lainnya.

PROSEDUR / LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN :

Garis besar :
a.    Pembuatan rancangan;
b.    Pelaksanaan penelitian;
c.    Pembuatan laporan penelitian

Bagan arus kegiatan penelitian

1.    Memilih Masalah; memerlukan kepekaan
2.    Studi Pendahuluan; studi eksploratoris, mencari informasi;
3.    Merumuskan Masalah;  jelas, dari mana harus mulai, ke mana harus pergi dan dengan apa
4.    Merumuskan anggapan dasar; sebagai tempat berpijak, (hipotesis);
5.    Memilih pendekatan; metode atau cara penelitian, jenis / tipe penelitian : sangat emenentukan variabel apa, objeknmya apa, subjeknya apa, sumber datanya di mana;
6.    Menentukan variabel dan Sumber data; Apa yang akan diteliti? Data diperoleh dari mana?
7.    Menentukan dan menyusun instrumen; apa jenis data, dari mana diperoleh? Observasi, interview, kuesioner?
8.    Mengumpulkan data; dari mana, dengan cara apa?
9.    Analisis data; memerlukan ketekunan dan pengertian terhadap data. Apa jenis data akan menentukan teknis analisisnya
10.    Menarik kesimpulan; memerlukan kejujuran, apakah hipotesis terbukti?
11.    Menyusun laporan; memerlukan penguasaan bahasa yang baik dan benar.

Dikutif dari Berbagai Sumber
READ MORE - Jenis dan Ragam Penelitian

 
Dibuat Oleh: Aan Samudra