..:: Selamat Datang Di Aan Samudra Blog - Memberikan Berbagai Tutorial dan Artikel Menarik Lainnya ::..
Showing posts with label Religi. Show all posts
Showing posts with label Religi. Show all posts

Thursday, December 2, 2010

Penyerahan Diri Orang Yang Beriman Kepada Allah Terlihat Dari Perilaku Mereka Menghadapi Ujian Hidup

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami. (Surat Al-Anbiya’, 35)

Seperti yang dinyatakan ayat di atas, dunia adalah tempat ujian dimana Allah menguji hambanya kadang kala dengan kesulitan atau berkah. Mereka yang lulus ujian dengan baik maka akan tetap taat kepada Allah dalam setiap kesulitan, menunjukkan perilaku baik setiap saat apakah Allah memperbanyak atau mengurangi berkah, bergantung pada-Nya saat sakit atau sehat, berterima kasih kepada-Nya dan percaya kepada-Nya apa pun yang terjadi.

Manusia akan terus menerus diuji di dalam hidupnya di dunia, dan karena itu mereka yang memiliki keyakinan dengan hati yang tulus dan yang tidak, akan dipisahkan. Allah menyatakan fakta ini di salah satu ayat :

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar. (Surat Ali ‘Imran, 142)


Tidak diragukan bahwa perilaku seseorang menghadapi ujian memperlihatkan ketaatan kepada Allah dan apakah dia tulus atau tidak mencintai Allah. Jika seseorang benar-benar mencintai Allah dan siap untuk tunduk pada apa pun Allah ciptakan, maka orang itu akan menerima apa pun yang diinginkan Allah. Seseorang yang menjaga kebaikannya di dalam menghadapi ujian yang terburuk sekalipun, yang menunjukkan rasa percaya dan sabar, akan sangat mencintai Allah tanpa rasa ragu dan tetap taat kepada-Nya dengan rasa hormat yang mendalam. Di salah satu ayat, Allah memperlihatkan perilaku baik orang-orang beriman saat mereka diserang oleh orang-orang tidak beriman dan yang membuktikan ketaatan dan cintanya kepada Allah saat menghadapi kesulitan :

(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang yang mengatakan kepadanya, “Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.” (Surat Ali ‘Imran, 173)

Lagipula, ini juga merupakan fakta lainnya bahwa Muslim tumbuh dewasa disebabkan ujian, dan siap masuk surga dengan menjadi lebih takut kepada Allah. Memperlihatkan kepribadian yang kuat tak peduli apa pun yang mereka hadapi, tidak pernah berputus asa, tetap sabar dalam setiap ujian, tidak terlena oleh berkah, tunduk kepada Allah di dalam setiap kejadian karena setiap kejadian menyebabkan mereka mencapai kebaikan orang-orang yang berada di surga, dan kebaikan mereka menyebabkan mereka diganjar surga yang Allah ciptakan dengan pengetahuan dan keindahan tanpa batas.

Sumber : Harun Yahya Artikel
READ MORE - Penyerahan Diri Orang Yang Beriman Kepada Allah Terlihat Dari Perilaku Mereka Menghadapi Ujian Hidup

SIKSAAN SPIRITUAL DI NERAKA

WAWANCARA LANGSUNG DENGAN ADNAN OKTAR DI TEMPO TV (3 Februari 2009)

Adnan Oktar: Ya, tentu saja itu adalah tempat kerinduan. Mereka sama sekali tanpa berkah. Mereka telah kehilangan semua berkah yang dilimpahkan Allah. Mereka telah kehilangan kebahagiaan dan kegembiraan, dan semua yang mereka miliki hanyalah penyesalan dalam segala bentuknya. Untuk satu hal, mereka dapat melihat pohon-pohon surga, penduduk surga. Dan kepala-kepala penghuni neraka dengan wajah yang menghadap ke belakang, dan mereka tampak aneh seperti makhluk fantasi yang mereka bayangkan telah mengalami mutasi. Mereka melihat keindahan penghuni surga, tetapi mereka melihat semuanya di layar kecil. Mereka tidak bisa berada di sana bersama mereka, dan itu berarti penderitaan yang mengerikan bagi mereka. Mereka menderita kerinduan yang mengerikan, tetapi mereka tidak pernah pergi. Mereka tidak pernah meninggalkan neraka kecuali Allah yang memilih.

WAWANCARA LANGSUNG DENGAN ADNAN OKTAR DI CAY TV (4 Maret 2009)

Tetapi orang-orang kafir akan dikenakan cambuk di semua sisi. Akan dimulai dengan kematian. Cara mereka diseret akan penuh rasa sakit, penderitaan dan kesedihan. Makampun juga akan menyusahkan mereka. Orang-orang yang mati dengan menyedihkan ketika mereka mati dan menyedihkan ketika dibangkitkan lagi, dan orang-orang di sekitar mereka tidak akan memberi mereka kemudahan. Orang-orang kafir akan menyerang satu sama lain di sana. Mereka akan mengklaim bahwa salah satu yang bertanggung jawab atas orang lain yang berada di sana, dan sebaliknya. Akan ada pertempuran terus-menerus dan kemarahan di sana. Dan mereka akan terus-menerus menyiksa satu sama lain. Semua yang ada di neraka tidak menyenangkan bagi mereka. Saya pernah menjelaskan bahwa ada buah di neraka, berbentuk seperti kepala setan, seperti dikatakan dalam Al Qur'an. Buah tersebut akan menatap langsung pada mereka, menatap mereka dengan kebencian. Ini adalah hal-hal yang dimaksudkan untuk kesedihan, ketakutan dan menyiksa orang.

WAWANCARA LANGSUNG DENGAN ADNAN OKTAR DI TEMPO TV (24 Februari 2009)

Dan mereka akan dapat melihat surga. Pada layar seperti televisi. Penghuni surga dan neraka akan dapat melihat satu sama lain. Ini akan membuat penghuni surga bahagia, karena mereka akan dapat membandingkan keadaan mereka. Mereka akan mengatakan Allah bisa menempatkan mereka di sana, sebagai gantinya. Terima kasih kepada Allah, saya telah diselamatkan, mereka akan berkata. Dan penghuni neraka akan berharap mereka tidak melakukan apa yang telah mereka lakukan. Mereka akan menderita penyesalan yang amat sangat.

Reporter: Penyesalan.

Adnan Oktar: Tetapi Allah berfirman, Mereka menyembunyikan penyesalan mereka. Dia berkata, "secara sekilas di sekitar mereka secara sembunyi-sembunyi". Kesombongan dan sikap keras kepala mereka akan bertahan bahkan di sana. Kebejatan moral mereka, kebanggaan dan perasaan superioritas bahkan di sana, sangat mengagumkan dan akan bertahan di sana, juga. Walaupun semuanya jelas. Ada batas-batas pemikiran yang telah terlampaui. dan mereka akan tetap bertahan dengan berlebih-lebihan dan tidak tahu malu. Mereka akan berkata, katakan kepada Tuhan ... Mereka tidak akan meminta Allah untuk memberi mereka berkah, melainkan akan berkata, katakan kepada Tuhan ... Mereka tidak akan menghubungi Allah secara langsung. Mereka akan enggan untuk memanggil-Nya secara langsung. Karena kebanggaan dan ketegaran mereka.

Sumber : Harun Yahya Artikel
READ MORE - SIKSAAN SPIRITUAL DI NERAKA

KEKUATAN SETAN ITU LEMAH

Adalah salah satu kebenaran yang penting yang tidak boleh dilupakan, bahwa Setan tidaklah merdeka dari ALLAH, ALLAH yang menciptakan setan dan dia di bawah perintahNya. Ia memusuhi dan melawan manusia.

Mereka yang berpikir bahwa setan memiliki kekuatan dan merdeka dari ALLAH adalah salah. Seperti orang yang mengira bahwa setan berupaya untuk melawan ALLAH (ALLAH melebihi semua ini). Faktanya, satu-satunya alasan setan tidak menginginkan manusia untuk hidup dalam agama ALLAH adalah karena ia tahu bahwa inilah caranya untuk dapat menghancurkan manusia. Lagipula setan pun diciptakan oleh ALLAH, dan melanjutkan keinginannya dari izin ALLAH. Ketika waktu izinnya telah usai maka ALLAH akan menempatkan mereka di neraka, untuk dihukum bersama dengan orang-orang yang lemah lainnya.

"Sungguh, Aku akan Memenuhi neraka Jahannam dengan kamu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka semuanya" (Surah Shad : 85)

Hal yang tidak boleh dilupakan adalah setan tidak memiliki kekuatan koersif bagi yang meyakininya, kekuatan setan hanya bisa berpengaruh oleh siapa saja yang ALLAH tentukan dan ciptakan untuk neraka.

Setan tidak bisa memanggil seorang pelayan yang telah ALLAH ciptakan sebagai yang meyakini untuk mengambil perilaku yang tidak bermoral. Dia hanya bisa membimbing si penganut untuk membuat kesalahan kecil sebagai ujian dalam hidup di dunia ini.Pengaruh setan hanya bisa berlaku bagi orang-orang yang memiliki penyakit di hatinya. Hal ini diungkapkan oleh Al-Quran sebagai berikut :

"Sungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal pada Tuhan. Pengaruhnya hanyalah terhadap orang yang menjadikannya pemimpin dan terhadap orang yang mempersekutukannya dengan ALLAH" (Surah an-Nahl : 99 - 100)

Pada ayat lain disebutkan, bahwa pengikut tidak bisa didorong pada kelemahan setan :

"Sesungguhnya (terhadap) hamba-hamba-Ku, engkau (iblis) tidaklah dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhan-mu sebagai penjaga" (Surah al-Isra' : 65)

Karena setan juga merupakan ciptaan ALLAH, ada kebijaksanaan abadi atas kehadirannya seperti yang lainnya.

Sebagai contoh, faktanya adalah kelompok yang digiring ke neraka bersama setan, adalah satu faktor yang akan meningkatkan ketakwaan pada ALLAH untuk balasan di hari penghakiman dan kesenangan surga.

Kehadiran setan juga meyakinkan adanya kaum munafik yang ada diantara kita. Setan mengontrol orang-orang yang sakit ini dan bekerja untuknya. Walau begitu kaum munafik ini tidak bisa bersembunyi dari orang yang beriman. Orang yang beriman mampu mengidentifikasi orang-orang ini yang mencoba untuk berlabuh bersama mereka. Malah keyakinan dan ketakwaan dari orang yang beriman akan semakin meningkat dan menyadari kehadiran setan dan pengaruhnya pada kaum munafik, semenjak mereka tahu isi Al-Quran tentang ini :

"Dia (ALLAH) ingin Menjadikan godaan yang ditimbulkan setan itu sebagai cobaan bagi orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit dan orang yang berhati keras. Dan orang-orang yang zalim itu benar-benar dalam permusuhan yang jauh, dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu meyakini bahwa (al-Quran) itu benar dari Tuhan-mu lalu mereka beriman dan hati mereka tunduk kepadanya. Dan sungguh, ALLAH Pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus." (Surah al - Hajj : 53-54)

Ini berarti merupakan pembersihan bagi komunitas yang beriman. Ini jugalah mengapa ALLAH memberikan waktu bagi setan. ALLAH menyatakan ini di Al-Quran :

"Dan sungguh, iblis telah dapat meyakinkan terhadap mereka kebenaran sangkaannya, lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian dari orang-orang Mukmin. Dan tidak ada kekuasaan (iblis) terhadap mereka, melainkan hanya agar Kami dapat Membedakan siapa yang beriman kepada adanya akhirat. Dan siapa yang masih ragu-ragu tentang (akhirat) itu. Dan Tuhan-mu Maha Memelihara segala sesuatu." (Surah Saba : 20-21)

Poin lain yang tidak diketahui bagi yang tidak beriman bahwa setan tidak memiliki kekuatan untuk menggerakan. dia hanya mengundang orang, jika orang tersebut memiliki penyakit di hatinya, maka mereka akan mendengarkan si setan, hal lain, setan tidak memiliki kekuatan untuk memaksa manusia, tapi dia tahu mana-mana saja manusia yang memujanya dan dalam kebutaan. Satu ayat yang menyatakan pengakuan setan ketika hari penghakiman tiba diungkapkan :

"Dan setan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan. "Sesungguhnya ALLAH telah Menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikannya kepadamu tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekadar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu, dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu aku (dengan ALLAH) sejak dahulu." Sungguh orang yang zalim akan mendapat siksaan yang pedih." (Surah Ibrahim : 22)

Sumber : Harun Yahya Artikel
READ MORE - KEKUATAN SETAN ITU LEMAH

Allah Ada Dimana-mana

Sebagian orang membayangkan bahwa diri mereka sendiri adalah sebuah materi, dan dunia yang mereka lihat di sekelilingnya adalah sesuatu materi yang pasti. Tapi mereka menganggap Allah (sesungguhnya Allah lebih dari itu) sebagai imajinasi yang meliputi suatu materi yang pasti itu. Atau, karena mereka tidak dapat melihat Allah dengan mata kepala mereka sendiri, mereka berkata “Allah pasti berada di suatu tempat yang tidak bisa kita lihat, di luar angkasa atau tidak bisa dilihat dengan mata manusia” (tentu saja Allah lebih dari itu). Tapi semua itu adalah kesalahan fatal.

Karena Allah ada di mana-mana, tidak hanya di langit. Sebagai satu-satunya zat yang absolut, Allah meliputi jagad raya, manusia dan tempat, surga dan di manapun. Dan Allah nyata di jagad raya. Menurut hadis, Nabi kita, Muhammad SAW mengatakan bahwa seseorang yang mengatakan bahwa Allah ada di langit mengatakan yang sesungguhnya. Tapi pernyataan itu tidak menyebabkan konflik dengan fakta bahwa Allah ada di mana-mana. Karena jika seseorang berada di suatu tempat bersama Anda di Bumi, mengangkat tangannya dan berdoa kepada Allah dan berpikir bahwa Allah ada di langit, sementara seseorang yang berada di Kutub Selatan melakukan hal yang sama, sementara seseorang di Kutub Utara mengangkat tangannya dan seseorang lainnya di Jepang, atau Amerika atau Ekuador mengangkat tangan ke langit dengan cara yang sama dan menghadap Allah, maka tidak mungkin berbicara tentang sebuah arah tertentu. Dengan cara yang sama, jika jin, malaikat dan setan berada di tempat-tempat berbeda di luar angkasa dan jagad raya juga berdoa menghadap langit, maka tidak mungkin membicarakan sebuah arah tertentu dan situasinya adalah meliputi seluruh jagad raya.

Kita juga harus ingat bahwa Allah terbebas dariruang dan waktu. Allah sendiri adalah sesuatu yang berbeda. Tapi perwujudan dari Allah ada di mana-mana. Jika seseorang memasuki sebuah ruangan dan mengatakan Allah tidak ada di sana, dia mengingkari Allah. Perwujudan Allah ada di ruangan itu dan di manapun. Di manapun Anda berada, perwujudan Allah ada di sana. Beberapa ayat Alqur’an mengatakan bahwa Allah meliputi seluruh tempat, bahwa Allah lebih dekat dari urat leher kita, dan kita akan melihat wajah-Nya kemanapun kita menatap. Misalnya, di surat Al Baqarah ayat 255, Allah mengatakan : “Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi.” Surat Hud, ayat 92 : “Ketahuilah (pengetahuan) Tuhanku meliputi apa yang kamu kerjakan” yang berarti Allah juga meliputi apa yang manusia lakukan.

Kebenaran yang ada di Alqur’an jelas sekali : Allah tidak hanya berada di langit. Allah adalah Dia yang meliputi dan ada di seluruh tempat. Pengetahuan ini ada di dalam Alqur’an untuk kita ketahui. Menjelaskan kenyataan rahasia di balik materi memungkinkan manusia mengerti lebih baik tentang ayat-ayat tersebut. Orang-orang yang menyadari bahwa materi bukanlah kehidupan absolut akan sadar bahwa Allah ada di manapun dan kapanpun, bahwa Allah melihat dan mendengar mereka setiap saat, bahwa Allah menyaksikan semuanya dan lebih dekat dari urat leher mereka, dan Allah mendengar doa dari orang yang berdoa.

Beberapa ayat Alqur’an berkenaan dengan subyek tersebut.

Dan milik Allah Timur dan Barat. Ke mana pun kamu menghadap di sanalah wajah Allah. Sungguh, Allah Maha Luas, Maha Mengetahui. (Surat Al-Baqarah, 115)

Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar. (Surat Al-Baqarah, 255)

Dan (ingatlah) ketika Kami wahyukan kepadamu, ”Sungguh, (ilmu) Tuhanmu meliputi seluruh manusia.” Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon yang terkutuk (zaqqum) dalam Alqur’an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka. (Surat Al-Isra’, 60)

Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, melainkan akan datang kepada (Allah) Yang Maha Pengasih sebagai seorang hamba. Dia (Allah) benar-benar telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti. (Surat Maryam, 93-94)

Dan (kemenangan-kemenangan) atas negeri-negeri lain yang tidak dapat kamu perkirakan, tetapi sesungguhnya Allah telah menentukannya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Surat Al- Fath, 21)

Padahal Allah mengepung dari belakang mereka (sehingga tidak dapat lolos). (Surat Al-Buruj, 20)

Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. (Surat Qaf, 16)

Jika kamu memperoleh kebaikan, (niscaya) mereka bersedih hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikit pun. Sungguh, Allah Maha Meliputi segala apa yang mereka kerjakan. (Surat Ali ‘Imran, 120)

Mereka dapat bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak dapat bersembunyi dari Allah, karena Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang tidak diridai-Nya. Dan Allah Maha Meliputi terhadap apa yang mereka kerjakan. (Surat An-Nisa’, 108)

Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan (pengetahuan) Allah meliputi segala sesuatu. (Surat An-Nisa’, 126)

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang keluar dari kampung halamannya dengan rasa angkuh dan ingin dipuji orang (ria) serta menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Allah meliputi segala yang mereka kerjakan. (Surat Al-Anfal, 47)

Dia (Syu’aib) menjawab, “Wahai kaumku! Apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah, bahkan Dia kamu tempatkan di belakangmu (diabaikan)? Ketahuilah (pengetahuan) Tuhanku meliputi apa yang kamu kerjakan”. (Surat Hud, 92)

Ingatlah, sesungguhnya mereka dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. Ingatlah, sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu. (Surat Fussilat, 54)

PENDAPAT TUAN ADNAN OKTAR MENGENAI TAKDIR, KETETAPAN, DAN FAKTA BAHWA ALLAH ADA DI MANA-MANA.

Adnan Oktar : Subyek yang sangat difokuskan sebagian besar orang adalah keberadaan Allah, kematian, apa yang akan terjadi setelah hari kiamat, dan takdir. Dengan kata lain, tak peduli seberapa sering mereka mencoba untuk tidak mengakuinya, mereka selalu memikirkannya. Karena setiap malam, ada sebuah film di TV tentang seseorang yang meninggal. Bahkan jika seseorang melihat seekor serangga mati, hal itu akan mengingatkannya kepada kematian, dan saat seseorang itu berpikir tentang dirinya, hal itu mengingatkannya lagi kepada kematian.

Orang merasa sangat terganggu saat membicarakan takdir. Masih ada perdebatan sengit, bahkan setelah saya membahasnya cukup lama, mereka masih saja belum menerimanya. Mereka mengatakan bahwa Allah telah menetapkan takdir, tentu saja. Ada takdir, tetapi juga ada kebebasan memilih, kata mereka, dengan kata lain ada sedikit kekuatan kecil pada kita – na’udzubillah min dzalik – yang tidak dapat Allah kontrol, yang menjadi hak kita. Dengan kata lain, Allah tidak mengetahui apa yang akan kita lakukan, atau Allah tahu, tapi hanya samar-samar (na’udzubillah min dzalik). Dan saat kita melakukan sesuatu Allah menunjukkan kita dua jalan, tapi tidak tahu jalan mana yang kita pilih. Kita memilih jalan itu, na’udzubillah min dzalik, dengan keinginan kita sendiri. Dan menjadi sebuah informasi kejutan, semoga Allah melarangnya, untuk Allah. Maksudnya menjadi sesuatu yang Allah ketahui untuk pertama kalinya, dan walaupun Allah menguji kita, dan Allah akan mengerti (na’udzubillah min dzalik). Hal itu sama sekali tidak ada. Baik takdir dan sebagian keinginan bebas diciptakan oleh Allah.

Hanya ada satu momen. Apa arti satu momen di dalam masa? Artinya waktu yang sangat singkat. Yang kita sebut ”instan” adalah masa yang sangat singkat. Allah telah mencipta dan menyelesaikan yang tak terhingga sebelum dan sesudah dalam masa yang sangat singkat itu. Tidak ada yang harus diselesaikan. Tidak ada yang bisa dilakukan seseorang pun. Jadi bagaimana kebebasan memilih Anda itu bukan bagian dari takdir? Oleh karena itu, orang yang egois yang melihat dirinya sendiri – na’udzubillah min dzalik – sebagai seorang yang hebat, tidak dapat mengerti hal ini. Fakta bahwa Allah telah menetapkan takdir dan juga kebebasan memilih akan mengganggu pikiran mereka untuk beberapa alasan. Hal kedua yang mengganggu mereka adalah fakta bahwa Allah ada di mana-mana. Mereka menginginkan Allah ada di langit, hanya di satu tempat tertentu di langit. Bukan di semua tempat di langit, hanya di satu tempat saja.

Seseorang baru saja menyatakan bahwa jika Allah ada di kamar kita, dan di tubuh kita, maka kita adalah Allah, na’udzubillah min dzalik! Kita menyembah esensi Allah. Menjadi perwujudan Allah adalah satu hal, dan menjadi esensi Allah adalah hal lainnya, bukan begitu? Kita menyembah esensi Allah. Tentu saja kita perwujudan Allah dan Allah ada di mana-mana. Allah juga ada di tubuh kita. Sebagian orang tidak ingin Allah ada di dalam tubuh mereka. Dan karena itu mereka juga tidak menginginkan-Nya di dalam kamar mereka. Di mana mereka menginginkan-Nya? Jauh di atas langit. Mereka menginginkan-Nya berada di sana, begitu jauh, na’udzubillah min dzalik!

Kenapa mereka harus mengatakannya seperti itu, kenapa mereka mempercayainya, saya benar-benar tidak mengerti. Artinya, jika mereka ditanya apakah Allah ada di sini, mereka akan mengatakan tidak. Di mana Allah? Di langit, tapi Allah tidak ada di sini, kata mereka. Oleh karena itu, mereka akan mengatakan Allah tidak ada di Bumi (na’udzubillah min dzalik) bukan? Mereka akan mengatakan Allah ada di langit dan Dia tidak ada di sini. Mereka mengatakan bahwa hanya pengetahuan-Nya yang dapat sampai kepada kita, tapi bukan diri-Nya. Mereka mengatakan : “kami adalah makhluk yang seutuhnya, Allah hanyalah bayangan.”

Saya terbiasa mendengar kalimat itu saat saya masih kecil. Buktikan bahwa Allah ada, kata mereka. Lalu mereka akan mengatakan, “Bisakah kau tunjukkan gambar di televisi atau suara di radio, atau pikiranmu sendiri? Bisakah kau tunjukkan isi dari pikiranmu?” Mereka katakan itu karena kau tidak bisa memperlihatkan isi pikiranmu, kau juga tidak bisa memperlihatkan Allah, dan itu penjelasan mereka. Benar bahwa Allah tidak bisa dilihat atau disentuh, dan bukan sebuah obyek. Allah bukanlah makhluk dengan ruang dan waktu. Allah berada di luar ruang dan waktu. Tapi tujuan yang sebenarnya dari orang-orang ini sangat berbeda. Misalnya mereka mengatakan ada seorang anak perempuan dan Rasulullah datang. Rasulullah bertanya, ”di mana Allah?” Anak perempuan itu menjawab, ”Allah ada di langit.” “Kau benar,” kata Rasulullah. Mereka menjadikannya bukti dan percaya bahwa Allah ada di langit. Baiklah, Allah ada di langit. Saat anak perempuan ini menunjuk ke atas, dia menunjuk ke langit dan dia berada di Arab. Seseorang yang berada di Kutub Utara atau di Kutub Selatan juga mengangkat tangannya ke langit dan berdoa kepada Allah. Seseorang di ekuator mengangkat tangannya. Seluruh orang di bumi, mengangkat tangan mereka ke atas. Mahkluk lainnya di Merkurius atau Uranus dan sistem planet lainnya juga berdoa ke arah atas. Dengan begitu, berarti meliputi ruang angkasa yang kosong, bukan?

Misalnya, seseorang berada di Merkurius, Bumi juga ada di langit, dan saat seseorang itu mengangkat tangannya, dia mengangkat tangannya ke arah Bumi. Dan saat seseorang di Bumi mengangkat tangannya ke langit, dia akan mengangkat tangannya ke arah planet lain. Untuk itu, wilayahnya meliputi 360 derajat. Mereka telah gagal melihatnya. Seperti yang pernah dikatakan bahwa, mereka tiba-tiba berhenti berkomentar dan kepercayaan yang aneh itu tidak pernah diperdebatkan lagi. Tapi orang-orang seperti itu akan selalu ada dari waktu ke waktu dan tetap mengatakan hal itu. Akan ada orang-orang yang mengatakan adanya kebebasan memilih. Baiklah, kebebasan memilih akan ada, tapi di dalam takdir. Kebebasan itu ada di dalam takdir yang telah diciptakan Allah. Kebebasan itu diciptakan di dalam takdir. Kau memilih, kau membuat pilihanmu sendiri, tapi kebebasan itu ada di dalam takdirmu sendiri. Untuk itu, na’udzubillah min dzalik, kau tidak memiliki cara untuk mengejutkan Allah. Dengan kata lain, kau tidak bisa melakukan apa pun tanpa sepengetahuan Allah.

Lakukanlah yang sudah ada sebelumnya, yang telah terjadi sebelumnya, itu saja.

Sumber : Harun Yahya Artikel
READ MORE - Allah Ada Dimana-mana

Saturday, November 27, 2010

Puasa Dalam Islam

Rasulullah saw bersabda dalam sebuah hadis bahwa dengan puasa kita belajar mengendalikan hawa nafsu serta mengendalikan setan yang menipu dan menjebak kita. Pada waktu kita puasa, kita membelenggu setan, membuka pintu surga dan menutup pintu neraka. Puasa adalah latihan mengendalikan hawa nafsu.
Di dalam tarekat, puasa adalah upaya mengendalikan diri kita secara lahiriah dan secara batiniah. Secara lahiriah, kita mengendalikan diri dengan mempuasakan seluruh panca indera kita. Secara lahiriah, puasa yang pertama di dalam tarekat adalah puasa menutup mulut kita atau puasa bicara.
Ketika kita berpuasa, setelah kita meninggalkan kata-kata kotor dan menyinggung perasaan orang, kita juga meninggalkan kata-kata yang biasa-biasa. Hanya supaya pembicaraan kita tidak mengambil alih zikir yang seharusnya kita lakukan di bulan Puasa. Nabi Zakaria as, ketika diberitahu bahwa ia akan mempunyai anak yang bernama Yahya, merasa amat bahagia karena dalam usianya yang amat tua, ia belum juga dikaruniai seorang putra. Zakaria as sering berdoa, "Tuhanku, sudah rapuh tulang-tulangku, sudah penuh kepalaku dengan uban, tapi aku tak putus asa berdoa kepada-Mu." (QS. Maryam: 4) Satu saat, Tuhan menjawab, "Aku akan memberi kepadamu seorang anak." (QS. Maryam: 7) Zakaria as hampir tidak percaya, "Bagaimana mungkin aku punya anak, ya Allah. Padahal istriku mandul dan aku pun sudah tua renta." (QS. Maryam: 8) Lalu Tuhan menjawab, "Hal itu mudah bagi Allah. Bukankah kamu pun asalnya tiada lalu Aku ciptakan kamu." (QS. Maryam: 9) Zakaria masih penasaran dan ia minta kepada Allah, "Apa tandanya, ya Allah?" Tuhan menjawab, "Tandanya ialah kau harus puasa bicara. Kau tidak boleh berkata kepada seorang manusia pun selama tiga hari berturut-turut." (QS. Maryam: 10)
PUASA DALAM ISLAM


A. Pengertian Puasa
Puasa dalam agama Islam artinya menahan diri dari makan dan minum dan dari segala perbuatan yang boleh membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hinggalah terbenam matahari, untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim. Perintah puasa difirmankan oleh Allah pada Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183.
Berpuasa merupakan salah satu dari lima Rukun Islam. Terdapat puasa wajib dan puasa sunnah, namun tata caranya tetap sama.

B. Perintah dalam Al-Quran
Perintah berpuasa dari Allah terdapat dalam Al-Qur'an di surat Al-Baqarah ayat 183.
"Yaa ayyuhaladziina aamanuu kutiba alaikumus siyaamu kamaa kutiba 'alalladziina min qablikum la allakum tataquun"
“ Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan ke atas umat-umat yang sebelum kamu, semoga kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa."

C. Hikmah Puasa
Ibadah shaum Ramadhan yang diwajibkan Allah kepada setiap mu’min adalah ibadah yang ditujukan untuk menghamba kepada Allah seperti yang tertera dalam QS. Al- Baqarah/2: 183. Hikmah dari ibadah shaum itu sendiri adalah melatih manusia untuk sabar dalam menjalani hidup. Maksud dari sabar yang tertera dalam al- Quran adalah ‘gigih dan ulet’ seperti yang dimaksud dalam QS. Ali ‘Imran/3: 146.

D. Secara Aktivitas
Nilai-nilai kesabaran (gigih dan ulet) diaplikasikan dalam hidup dan kehidupan demi tegaknya Din Islam.

E. Syarat Wajib Puasa
1. Islam
Dengan demikian orang kafir tidak wajib berpuasa dan tidak wajib mengqadha' (mengganti) begitulah menurut jumhur (mayoritas) ulama, bahkan kalaupun mereka melakukannya tetap dianggap tidak sah. Hanya saja ulama berbeda pendapat dalam menentukan apakah syarat islam ini syarat wajib atau syarat sahnya puasa? Dan yang melatarbelakangi mereka dalam hal ini adalah karena adanya perbedaan mereka dalam memahami ayat kewajiban puasa, mengenai apakah orang kafir termasuk di dalamnya atau tidak. (baca Surat Al Baqarah ayat 183)
Menurut Ulama Hanafiyah: orang kafir tidak termasuk dalam ketentuan wajib puasa. Sementara jumhur (mayoritas) ulama berpendapat bahwa mereka tetap termasuk dalam setiap firman Allah. Dengan demikian mereka dibebani untuk melakukan semua syariatNya (dalam hal ini mereka wajib memeluk agama Islam kemudian melakukan puasa). Jadi menurut pendapat pertama (Hanafiyah) mereka hanya menaggung dosa atas kekafirannya sementara menurut pendapat kedua (Jumhur Ulama) mereka menanggung dosa kekafiran dan meninggalkan syariat.
Maka jika ada seorang kafir masuk Islam pada bulan ramadhan dia wajib melaksanakan puasa sejak saat itu. Sebagaimana firman Allah "Katakanlah pada orang kafir bahwa jika mereka masuk islam akan diampuni dosanya yang telah lalu" (QS. Al Anfal:38).
2. Aqil dan Baligh (berakal dan melewati masa pubertas)
Tidak wajib puasa bagi anak kecil (belum baligh), orang gila (tidak berakal) dan orang mabuk, karena mereka tidak termasuk orang mukallaf (orang yang sudah masuk dalam konstitusi hukum), sebagaimana dalam hadist:
"Seseorang tidak termasuk mukallaf pada saat sebelum baligh, hilang ingatan dan dalan keadaan tidur".
3. Mampu dan Menetap
Puasa tidak diwajibkan atas orang sakit (tidak mampu) dan sedang bepergian (tidak menetap), tetapi mereka wajib mengqadha'-nya.
4. Mengetahui kewajiban puasa (semisal bagi orang yang memeluk Islam di negara non muslim).

F. Rukun puasa
1. Niat
2. Meninggalkan segala hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari



G. Syarat Sahnya Puasa
Menurut ulama Hanafiyah ada 3:
a. Niat
b. Tidak ada yang menghalanginya (seperti haid dan nifas)
c. Tidak ada yang membatalkannya

Menurut ulama Malikiyah ada 4:
a. Niat
b. Suci dari haid dan nifas
c. Islam
d. Pada waktunya dan juga disyaratkan orang yang berpuasa berakal.

Menurut ulama Syafi'iyah ada 4:
a. Islam
b. Berakal
c. Suci dari haid dan nifas sepanjang hari
d. Dilaksanakan pada waktunya.
(Sedangkan "niat", menurut Syafi'iyah, dimasukkan ke rukun puasa).

Menurut ulama Hambaliyah ada 3:
a. Islam
b. Niat
c. Suci dari haid dan nifas


H. Jenis – Jenis Puasa
1. Puasa wajib
Puasa fardhu atau puasa di bulan Ramadan telah diwajibkan ke atas setiap mukallaf yang berakil baligh serta telah memenuhi syaratnya. Bagi kanak-kanak yang belum akil baligh, mereka ini tidak diwajibkan berpuasa tetapi ibu bapa haruslah melatih mereka untuk berpuasa sebagai latihan. Sesiapa yang mengingkari akan kewajipan berpuasa ini maka mereka dihukum murtad.
2. Puasa sunat
Puasa sunat ialah puasa yang dikerjakan kerana semata-mata untuk mengharapkan akan keampunan, keredhaan, balasan kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah. Puasa sunat boleh dikerjakan pada bila-bila masa yang diingini jika seseorang itu merasa ia berkemampuan untuk melaksanakannya kecuali pada hari-hari yang telah diharamkan dan pada hari-hari yang makruh berpuasa.
Jenis-jenis Puasa Sunat
1) Puasa sunat di bulan Syawal. Puasa dalam bulan ini tidak semestinya berturut-turut iaitu selepas hari raya pertama, ia boleh dikerjakan pada bila-bila masa asalkan masih dalam bulan Syawal.
2) Puasa sunat di bulan Zulhijjah bermula pada tanggal 1 haribulan hinggalah 8 haribulan.
3) Puasa sunat pada tanggal 9 Zulhijjah ( hari Arafah ).
4) Puasa sunat Muharram bermula pada tanggal 1 haribulan hinggalah pada 9 haribulan (sunat Tausa’ ).
5) Puasa sunat pada tanggal 10 Muharram ( sunat ‘Asyura ).
6) Puasa sunat di bulan Rejab ( keseluruhan bulan Rejab ).
7) Puasa sunat di bulan Syaaban ( keseluruhan bulan Syaaban kecuali pada hari syak ).
8) Puasa sunat pada setiap hari Isnin dan Khamis.
9) Puasa sunat 3 hari pada tiap-tiap bulan Hijrah ( Islam ).
10) Puasa sunat pada setiap tanggal 13, 14, dan 15 haribulan pada setiap bulan-bulan Hijrah ( Islam ).
11) Puasa sunat secara berselang-seli hari seperti semalam ia berpuasa dan hari ini ia berbuka dan pada esok harinya ia berpuasa semula.
3. Puasa Qada
Puasa Qada ialah puasa yang wajib ditunaikan kerana bagi menggantikan puasa yang telah ditinggalkan pada bulan Ramadan dahulu diatas sesuatu sebab ataupun kelonggaran yang diizinkan oleh syarak seperti sakit tenat, bermusafir, haid, nifas, bersalin dan sebagainya
4. Puasa Nazar
Puasa nazar wajib ditunaikan apabila kita telah berperoleh ataupun berjaya mendapatkan sesuatu apa yang kita ingini itu. Jika apa yang kita nazarkan itu tidak berjaya maka tidaklah wajib keatas kita untuk menunaikan nazar tersebut. Contohnya seperti berkata seseorang itu sekiranya ditakdirkan isteriku melahirkan anak perempuan maka aku bernazar untuk berpuasa satu hari. Jika betul ia mendapat anak perempuan maka wajiblah ia berpuasa.
5. Puasa Kifarat
Puasa kifarat wajib ditunaikan jika seseorang telah melakukan perbuatan-perbuatan seperti berikut :
o Bersetubuh dalam bulan Ramadan dan pada waktu siang hari maka kifaratnya ialah berpuasa selama 2 bulan berturut-turut.
o Membunuh saudara seagama tanpa hak ataupun dengan sengaja maka kifaratnya ialah berpuasa selama 2 bulan berturut-turut.
o Melanggar perintah ihram dengan melakukan sesuatu yang haram dilakukan dan tidak dapat digantikan dengan menyembelih binatang.
o Kifaratnya berpuasa selama 3 hari di Tanah Suci dan 7 hari di negara sendiri.
o Kifarat kerana menziharkan isteri iaitu dengan berpuasa selama 2 bulan berturut-turut.
I. Puasa Sunnah
1. Puasa enam hari di bulan Syawal, baik dilakukan secara berturutan ataupun tidak. Keutamaan puasa romadhon yang diiringi puasa Syawal ialah seperti orang yang berpuasa selama setahun (HR. Muslim).
2. Puasa sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, yang dimaksud adalah puasa di sembilan hari yang pertama dari bulan ini, tidak termasuk hari yang ke-10. Karena hari ke-10 adlah hari raya kurban dan diharomkan untuk berpuasa.
3. Puasa hari Arofah, yaitu puasa pada hari ke-9 bulan Dzuhijjah. Keutamaan: akan dihapuskan dosa-dosa pada tahun lalu dan dosa-dosa pada tahun yang akan datang (HR. Muslim). Yang dimaksud dengan dosa-dosa di sini adalah khusus untuk dosa-dosa kecil, karena dosa besar hanya bisa dihapus dengan jalan bertaubat.
4. Puasa Muharrom, yaitu puasa pada bulan Muharrom terutama pada hari Assyuro’. Keutamaannya adalah bahwa puasa di bulan ini adalah puasa yang paling utama setelah puasa bulan Romadhon (HR. Bukhori)
5. Puasa Assyuro’. Hari Assyuro’ adalah hari ke-10 dari bulan Muharrom. Nabi sholallohu ‘alaihi wasssalam memerintahkan umatnya untuk berpuasa pada hari Assyuro’ ini dan mengiringinya dengan puasa 1 hari sebelum atau sesudahnhya. Hal ini bertujuan untuk menyelisihi umat Yahudi dan Nasrani yang hanya berpuasa pada hari ke-10. Keutamaan: akan dihapus dosa-dosa (kecil) di tahun sebelumnya (HR. Muslim).
6. Puasa Sya’ban. Disunnahkan memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban. Keutamaan: bulan ini adalah bulan di mana semua amal diangkat kepada Robb semesta alam (HR. An-Nasa’i & Abu Daud, hasan).
7. Puasa pada bulan Harom (bulan yang dihormati) yaitu bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharrom, dan Rojab. Dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah pada bulan-bulan tersebut termasuk ibadah puasa.
8. Puasa Senin dan Kamis. Namun tidak ada kewajiban mengiringi puasa hari Senin dengan puasa hari Kamis atau sebaliknya. Keduanya merupakan hari di mana amal-amal hamba diangkat dan diperlihatkan kepada Alloh.
9. Puasa tiga hari setiap bulan. Disunnahkan untuk melakukannya pada hari-hari putih (Ayyaamul Bidh) yaitu tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan. Sehingga tidaklah benar anggapan sebagian orang yang menganggap bahwa puasa pada harai putih adalah puasa dengan hanya memakan nasi putih, telur putih, air putih, dsb.
10. Puasa Dawud, yaitu puasa sehari dan tidak puasa sehari. Keutamaannya adalah karena puasa ini adalah puasa yang paling disukai oleh Alloh (HR. Bukhori-Muslim).

J. Hal-Hal yang Dianggap Membatalkan Puasa
Ada sejumlah persoalan yang sering menjadi perselisihan di antara kaum muslimin seputar pembatal-pembatal puasa. Di antaranya memang ada yang menjadi permasalahan yang diperselisihkan di antara para ulama, namun ada pula hanya sekedar anggapan yang berlebih-lebihan dan tidak dibangun di atas dalil.
Melalui tulisan ini akan dikupas beberapa permasalahan yang oleh sebagian umat dianggap sebagai pembatal puasa namun sesungguhnya tidak demikian. Keterangan-keterangan yang dibawakan nantinya sebagian besar diambilkan dari kitab Fatawa Ramadhan -cetakan pertama dari penerbit Adhwaa’ As-salaf- yang berisi kumpulan fatwa para ulama seperti Asy-Syaikh Ibnu Baz, Asy-Syaikh Al-‘Utsaimin, Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan, dan lain-lain rahimahumullahu ajma’in.
Di antara faidah yang bisa kita ambil dari kitab tersebut adalah:
1. Bahwa orang yang melakukan pembatal-pembatal puasa dalam keadaan lupa, dipaksa, dan tidak tahu dari sisi hukumnya, maka tidaklah batal puasanya.
2. Orang yang muntah bukan karena keinginannya (tidak sengaja) tidaklah batal puasanya.

3. Menelan ludah tidaklah membatalkan puasa.
4. Keluar darah bukan karena keinginannya seperti luka atau karena keinginannya namun dalam jumlah yang sedikit tidaklah membatalkan puasa.
5. Pengobatan yang dilakukan melalui suntik, tidaklah membatalkan puasa, karena obat suntik tidak tergolong makanan atau minuman.
6. Mencium dan memeluk istri tidaklah membatalkan puasa apabila tidak sampai keluar air mani meskipun mengakibatkan keluarnya madzi.
7. Bagi laki-laki yang sedang berpuasa diperbolehkan untuk keluar rumah dengan memakai wewangian.
8. Diperbolehkan bagi orang yang berpuasa untuk menyiram kepala dan badannya dengan air untuk mengurangi rasa panas atau haus. Bahkan boleh pula untuk berenang di air dengan selalu menjaga agar tidak ada air yang tertelan ke tenggorokan.
9. Mencicipi masakan tidaklah membatalkan puasa, dengan menjaga jangan sampai ada yang masuk ke kerongkongan.

Dalam keadaan tertentu, syariah membolehkan seseorang tidak berpuasa.
1. Safar (perjalanan)
Seorang yang sedang dalam perjalanan, dibolehkan untuk tidak berpuasa. Keringanan ini didasari oleh Firman Allah SWT:
Dan siapa yang dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan maka menggantinya di hari lain (QS Al-Baqarah: 85)
Sedangkan batasan jarak minimal untuk safar yang dibolehkan berbuka adalah jarak dibolehkannya qashar dalam shalat, yaitu 47 mil atau 89 km.
2. Sakit
Orang yang sakit dan khawatir bila berpuasa akan menyebabkan bertambah sakit atau kesembuhannya akan terhambat, maka dibolehkan berbuka puasa. Bagi orang yang sakit dan masih punya harapan sembuh dan sehat, maka puasa yang hilang harus diganti setelah sembuhnya nanti. Sedangkan orang yang sakit tapi tidak sembuh-sembuh atau kecil kemungkinannya untuk sembuh, maka cukup dengan membayar fidyah, yaitu memberi makan fakir miskin sejumlah hari yang ditinggalkannya.
3. Hamil dan Menyusui
Wanita yang hamil atau menyusui di bulan Ramadhan boleh tidak berpuasa, namun wajib menggantinya di hari lain. Ada beberapa pendapat berkaitan dengan hukum wanita yang haidh dan menyusui dalam kewajiban mengganti puasa yang ditnggalkan.
4. Lanjut Usia
Orang yang sudah lanjut usia dan tidak kuat lagi untuk berpuasa, maka tidak wajib lagi berpuasa. Hanya saja dia wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan fakir miskin sejumlah hari yang ditinggalkannya itu. Firman Allah SWT
“Dan bagi orang yang tidak kuat/mampu, wajib bagi mereka membayar fidyah yaitu memberi makan orang miskin.” (QS Al-Baqarah)


5. Lapar dan Haus yang sangat
Islam memberikan keringanan bagi mereka yang ditimpa kondisi yang mengharuskan makan atau minum untuk tidak berpuasa. Namun kondisi ini memang secara nyata membahayakan keselamatan jiwa sehingga makan dan minum menjadi wajib. Seperti dalam kemarau yang sangat terik dan paceklik berkepanjangan, kekeringan dan hal lainnya yang mewajibkan seseorang untuk makan atau minum.
6. Dipaksa atau Terpaksa
Orang yang mengerjakan perbuatan karena dipaksa di mana dia tidak mampu untuk menolaknya, maka tidak akan dikenakan sanksi oleh Allah. Karena semua itu diluar niat dan keinginannya sendiri.
7. Pekerja Berat
Orang yang karena keadaan harus menjalani profesi sebagai pekerja berat yang membutuhkan tenaga ekstra terkadang tidak sanggup bila harus menahan lapar dalam waktu yang lama. Seperti para kuli angkut di pelabuhan, pandai besi, pembuat roti dan pekerja kasar lainnya. Bila memang dalam kondisi yang membahayakan jiwanya, maka kepada mereka diberi keringanan untuk berbuka puasa dengan kewajiban menggantinya di hari lain.
READ MORE - Puasa Dalam Islam

Thursday, November 25, 2010

Diantara Keajaiban perintah Sujud Terhadap Tubuh

Apabila anda sedang mengalami stress, atau tensi anda naik, atau pusing yang berkepanjangan, atau mengalami nervous (salah satu jenis penyakit penyimpangan perilaku berupa uring-uringan, gelisah, takut, dll). Jika anda takut terkena tumor, maka sujud adalah solusinya.... Dengan sujud akan terlepas segala penyakit nervous dan penyakit kejiwaan lainnya. Inilah salah satu hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Muhammad Dhiyaa'uddin Hamid, dosen jurusan biologi dan ketua departemen radiasi makanan di lembaga penelitian teknologi radiasi.
Sudah lumrah bahwasannya manusia apabila mengalami kelebihan dosis dalam radiasi, dan hidup di lingkungan tegangan listrik atau medan magnet, maka hal itu akan berdampak kepada badannya, akan bertambah kandungan elektrik di dalam tubuhnya. Oleh karena itu, Dr. Dhiyaa' mengatakan bahwa sesungguhnya sujud bisa menghilangkan zat-zat atau pun hal-hal yang menyebabkan sakit.
Pembahasan Seputar Organ Tubuh
Dia adalah salah satu organ tubuh... dan dia membantu manusia dalam merasakan lingkungan sekitar, dan berinteraksi dengan dirinya, dan itulah tambahan dalam daerah listrik dan medan magnet yang dihasilkan oleh tubuh menyebabkan gangguandan merusak fungsi organ tubuh sehingga akhirnya mengalami penyakit modern yang disebut dengan "perasaan sumpeg", kejang-kejang otot, radang tenggorokan, mudah capek/lelah, stress ... sampai sering lupa, migrant, dan masalah menjadi semakin parah apabila tanpa ada usaha untuk menghindari penyebab semua ini, yaitu menjauhkan tubuh kita dari segala peralatan dan tempat-tempat yang demikian.
Solusinya ???
Harus dengan mengikuti sesuatu yang diridhai untuk mengeliminir hal itu semua, ... yaitu dengan bersujud kepada Satu-satunya Dzat yang Maha Esa sebagaimana kita sudah diperintah untuk hal itu, dimana sujud itu dimulai dengan menempelkan dahi ke bumi (lantai). Maka di dalam sujud akan mengalir ion-ion positif yang ada di dalam tubuh ke bumi (sebagai tempat ion-ion negatif). dan seterusnya sempurnalah aktivitas penetralisiran dampak listrik dan magnet. Lebih khusus lagi ketika sujud dengan menggunakan 7 anggota badan (dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua kaki) maka dalam posisi ini sangat memudahkan bagi kita menetralisir dampak listrik dan magnet.
Diketahui selama penelitian, agar semakin sempurna proses penetralisiran dampak itu semua, maka sujud harus menghadap ke Makkah (Masjid Ka'bah), yaitu aktivitas yang kita lakukan di dalam shalat (qiblat). Sebab Makkah adalah pusat bumi di alam semesta. Dan penelitian semakin jelas bahwa menghadap ke Makkah ketika sujud adalah tempat yang paling utama untuk menetralisir manusia dari hal-hal yang mengganggu fikirannya dan membuat rileks.
Subhanallah, ....pengetahuan yang menakjubkan

Sumber: Artikel Harun Yahya
Disusun Kembali Oleh: AAN

READ MORE - Diantara Keajaiban perintah Sujud Terhadap Tubuh

WIRID / DOA SETELAH SHOLAT FARDLU MAUPUN SETELAH SHOLAT SENDIRIAN

Setelah Sholat fardhu sebaiknya kita membaca wirid/doa sehingga pahala kita bertambah banyak dan dosa-dosa kita insya allah diampuni. Selanjutnya apabila kita dipanggil olehNya, maka kita sudah bersih dari dosa-dosa dan dimasukkan ke dalam golongan yang beruntung yaitu yang mendapat surga (jannah) sebagai balasan dari Alloh SWT. Wirid ini tergolong wirid panjang tetapi apabila kita baca setiap hari maka kita akan hapal dengan sendirinya.
Wiridnya adalah sbb:

Astaghfirullohhal adziim li wali wali dayya wali ashabil khuquq ala wal jamiil mu'minin wal mu'minat wal muslimiina wal muslimat al akhyaa 'i minhum wal amwaat (3x)
    Lebih kurang artinya : aku mohon ampun ya Alloh dzat yang Maha Agung, juga ampuni kedua orang tuaku dan orang-orang yang punya kewajiban pada aku, dan semua mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat yang hidup maupun yang sudah meninggal.

Laa Ilaaha Illalloh wahdahu laasyariikalah lahulmulku walahulhamdu yuhyii wayumiitu wahuwa alaa kulli syaiin qadiir (3x)
    Tidak ada Tuhan selain Alloh, dzat yang Maha Esa (satu), tidak ada sekutu untukNya (tidak ada yang menyamai), dzat yang mempunyai kerajaan dan semua pujian. Dzat yang menghidupkan dan mematikan, dan berkuasa atas segala sesuatu.

Allohumma antassalam, waminkassalam, wa ilaika ya'uudussalam, fahayinaa Robbana bissalam, wa adkhilnal jannata darossalam, tabarokta Robbanaa wata a'laita yaa dzaljalali wal ikraam
    Ya Alloh dzat yang mempunyai keselamatan, keselamatan adalah dari Engkau, dan keselamatan berpulang kepadaMU, dalam hidupku berilah keselamatan, masukkan aku kedalam sorga Darossalam, Tuhanku Engkaulah yang maha luhur dan maha agung, dzat yang maha luhur dan maha mulya.

Audzubillahiminassyaithonirrojiim, Bismillahirrohmanirrokhiim
teruskan dengan membaca : Al Fatehah , kemudian
Wa ilahukum ilahu wakhid , La ilaahailla huwarrohmaanurrokhiim
    Hai kamu semua, Tuhanmu itu hanya satu, tidak ada Tuhan selain 'Dzat Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang'.

teruskan dengan membaca 'ayat Kursi' sebagaimana dibawah ini,:
Allohu Laa iaaha illaa huwalkhoyyul qoyuum, laa ta' khudzuhuu sinatuw walaa naum, lahu maa fiissamaawaati wa maa fil ardhi, mandzaalladzii yasyfa'u 'indahuu illaa biidznih, ya'lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum, wa laa yukhithuuna bisyai'in min 'ilmihi illa bi maasyaaa'i, wasi'a kursiyyuhussamaawaati wal ardho, waa ya'uduhuu khifzuhumaa wahuwal a'liyul a'zhiim.

kemudian teruskan dengan beberapa ayat dari Al Qur'an dibawah ini:
Syahidallohu annahu La ilaa ha ila huwa walmalaikatu wa ulul ilmi qoiman bil qisthi La ilaa ha illa huwal aziizul hakiim Inna diina i'ndallohil islam Qulillohumma malikulmulki, tu'tilmulka man tasyaa', wa tanziulmulka miman tasyaa' wa tu'izu man tasyaa' wa tudzillu man tasyaa' biyadikal khoir Innaka alaa kulli syaiin qodiir. Tuulijullaila finnahaari wa tuulijunnaaharo fillaili, Wa tukhrijul hayya minal mayyiti wa tukhrijulmayyita minal hayyi, Wa tarzuqu man tasyaa' bi ghoiri hisaab
Subhanalloh (33x) , Alhamdulillah (33x) , Allohuakbar (33)
Allohu Akbar Kabiirau wasubhanallohi bukrotau waashiilla La ilaaha illallohu wahdahuu la syariikalah lahulmulku wa lahulhamdu yuhyi wa yumiitu wahuwa alaa kulli syaiin qodiir La khaula wala quwata illa billahil a'liyil aziim
Allohumma sholli wasallim alaa sayyidinaa Muhammad a'bdika wa rosuulika nabiyyil ummiyyi wa a'laa aalihii wa shohbihii wasallim Wa hasbunaallohu wani'mal wakiil La khaula wala quwata illa billahil a'liyil aziim, Astaghfirullohhal adziim


DOA

Alhamdulillahirobbil a'lamiin, hamdan yuuafii ni'mah wa yukafii maziidah yaa Robbanaa lakalhamdu kamaa yanbaghi lijalali wajhikal kariim wa aziim sulthonik

Allohumma Sholli wasalim alaa sayidinaa Muhammad, sholatan tunjinaa bihaa min jami'il ahwaali wal afaat, wa taqdhilanaa bihaa min jami'il hajaat, wa tuthohirunaa bihaa min jami'is sayi'at, wa tarfa'unaa bihaa 'indaka a'laa ddarojaat, wa tubalighunaa bihaa aghsol ghoyat min jami'il khoirot fil hayaati wa ba'dal mamaati.

Allohumma inna nasa'luka luthfa fimaa jarot bihil maqoodiir
Allohumma inna nasa'luka min khoiri masa'alaka, minhu sayyidunaa wa nabiyyuna muhammad 'abduka wa rosuuluka, wa na'udzubika min syarri masta'adzaka, minhu sayyidunaa wa nabiyyuna muhammad 'abduka wa rosuuluka

Allohumma inna nasa'luka muujibaati rohmatika, wa azaa'ima maghfirotika,
wa ssaalamatan min kulli istmin, wal ghoniimatan min kulli birrin, wal fauza bil jannah, wan najaata mina nnaar, wal a'fwa 'indalhisaab

Robbanaa laa tuzig quluubanaa ba'da idz hadaitanaa wa hablana miladunka rohmah, innaka antal wahhaab

Robbanaghfirlanaa wali walidiina kamaa robayanaa shoghiiroo, wal jamiil mu'minin wal mu'minat wal muslimiina wal muslimat al akhyaa' i minhum wal amwaat

Robbanaa aaatinaa fiddunyaa khasanah, wa fil aakhiroti khasanah, wa qinaa 'adzabannaar.

Wa shollallohu alaa sayidinaa muhammad wa alaa aalihii wa shohbihii wa sallim, walhamdulillahi robbil 'alamiin
Amiin.

Wirid dan Doa Selesai

Disusun Ulang Oleh : AAN
READ MORE - WIRID / DOA SETELAH SHOLAT FARDLU MAUPUN SETELAH SHOLAT SENDIRIAN

Sunday, November 7, 2010

Apakah Yang Paling...?

Terkadang hidup ini sulit sekali untuk kita jalani. Mungkin kita sering beranggapan bahwa kita selama merasa kurang, selalu merasa lemah, selalu merasa berdukua dan selalu merasa sengsara, namun Allah SWT pastinya tidak akan memberikan segala kesengsaraan kepada Hambanya diatas kesanggupan seorang manusia, dan segala masalah yang ada pasti akan ada jalan penyelesaiannya. Untuk itu, tetaplah selalu berprasangka yang baik Kepada Allah SWT, karena hanya DIA tempat kita berserah diri..untuk itu, mari kita sedikit renungkan kata-kata mutiara dibawah ini, mungkin saja dapat menambah semangat dan dorongan untuk selalu introspeksi diri dalam kehidupan ini..
Apakah yang paling Berat ? Amanah
Apakah yang paling Ringan ? Meninggalkan Shalat
Apakah yang paling Jauh ? Masa Lalu
Apakah yang paling Dekat ? Kematian
Apakah yang paling Indah ? Hidup
Apakah yang paling Menjijikkan ? Kemunafikan
Apakah yang paling Tajam ? Lidah
Apakah yang paling Tumpul ? Hati yang tak mau menerima kebenaran
Apakah yang paling Tinggi ? Kehormatan
Apakah yang paling Rendah ? Kesombongan
Apakah yang paling Kuat ? Semangat
Apakah yang paling Lemah ? Orang yang berputus asa
Apakah yang paling Mulia ? Orang yang memberi maaf
Apakah yang paling Hina ? Menadahkan tangan
Apakah yang paling Cepat ? Melakukan maksiat
Apakah yang paling Lamban ? Melakukan kebaikan
Apakah yang paling Besar ? Pengorbanan
Apakah yang paling Kecil ? Dunia dan segala isinya
Apakah yang paling Kaya ? Hati yang selalu merasa cukup
Apakah yang paling Miskin ? Hati yang selalu merasa kekurangan
Apakah yang paling Berani ? Kejujuran
Apakah yang paling Pengecut ? Menyalahkan orang lain
Apakah yang paling Luas ? Karunia Allah
Apakah yang paling Sempit ? Dada yang penuh kedengkian
Apakah yang paling Terang ? Kesalahan orang lain
Apakah yang paling Gelap ? Kesalahan diri sendiri
Apakah yang paling Kejam ? Kebencian
Apakah yang paling Santun ? Rendah hati
Apakah yang paling Menyenangkan ? Pujian
Apakah yg plng Tdk Menyenangkan ? Kritikan
Apakah yang paling Penuh ? Kepentingan, kebohongan dan hawa nafsu
Apakah yang paling Kosong ? Petunjuk Allah di hati kita dan angan-angan
Apakah yang paling Sukar ? Mencari kesetiaan dan pengertian
Apakah yang paling Mudah ? Membuat kerusakan dan permusuhan
Apakah yang paling Manis ? Kenangan indah
Apakah yang paling Pahit ? Penyesalan
Apakah yang paling Ditakutkan ? Kenyataan
Apakah yang paling Diinginkan ? Dianggap penting
Apakah yang paling Jarang ? Keadilan
Apakah yang paling Sering ? Kekecewaan
Apakah yang paling Mahal ? Harga diri
Apakah yang paling Murah ? Seorang penjilat
Apakah yang paling Membahayakan ? Sanjungan dan ambisi
Apakah yang paling Bodoh ? Membohongi diri sendiri
Apakah yang paling Dahsyat ? Cinta
Apakah yang paling Membosankan ? Sabar
Apakah yang paling Melegakan ? Keiklasan
Apakah yang paling Berharga ? Iman
READ MORE - Apakah Yang Paling...?

 
Dibuat Oleh: Aan Samudra